Aku, lahir di Tanjung, Tanjung itu dusun kecil di sebuah desa yang jauh terpencil dari keramaian dunia, dan saya sangat bersyukur sudah terlahir disana, Tanjung berudara bersih, hijau dan banyak pepohonan serta burung-burung yang selalu berkicau, dulu rumahku menghadap ke arah danau, danaunya penuh dengan seroja, ruangan yang paling pavorit dirumah ku dulu adalah kamarku yang kebetulan langsung berhadapan dengan danau, dan waktu pavoritku adalah waktu subuh menjelang tinggi hari, aku bisa melihat matahari langsung dari kamar, dan matahari keluar seolah-olah dari pohon rumbia yang menjulang tinggi serta sangat rindang sekali, kemudian sinarnya menimpa daun-daun rumbia dan seroja yang memenuhi danau, dan hal yang sangat kusukai setelah itu adalah mencium aroma bunga mawar dan melati setelah hujan, baunya sangat menyegarkan, karena kebetulan aku suka sekali menanam bunga waktu itu.
Aku bersekolah dimulai dari dusunku, SD1 Tanjung, yang para guru-gurunya sangat sayang sama muridnya, dan biasanya aku berjalan kaki kalau pergi kesekolah. Aku sangat suka bersekolah mungkin sekolah adalah tempat pavoritku yang kedua setelah kamarku.
Dan kalau sudah pulang dari sekolah kegiatanku adalah mengembalakan ternak kami, tau tidak dari kecil aku sudah mengembala, pertama mengembalakan bebek biasanya aku berperahu didanau, tapi itu adalah kegiatan menarik karena aku bisa mengumpulkan bunga teratai sama bunga liar yang ada didanau.
Aku bersekolah dimulai dari dusunku, SD1 Tanjung, yang para guru-gurunya sangat sayang sama muridnya, dan biasanya aku berjalan kaki kalau pergi kesekolah. Aku sangat suka bersekolah mungkin sekolah adalah tempat pavoritku yang kedua setelah kamarku.
Dan kalau sudah pulang dari sekolah kegiatanku adalah mengembalakan ternak kami, tau tidak dari kecil aku sudah mengembala, pertama mengembalakan bebek biasanya aku berperahu didanau, tapi itu adalah kegiatan menarik karena aku bisa mengumpulkan bunga teratai sama bunga liar yang ada didanau.

0 comments:
Post a Comment